Senin, 20 Agustus 2012

TIPS MENJAGA KEHARMONISAN KELUARGA

Pada Zaman sekarang sudah sangat identik ukuran keharmonisan keluarga diukur dari keuangan. Dimana seluruh yang terkait dengan keluarga pasti dengan uang. Tapi apakah kita menyadari kalau kita telah dibawa materi ini untuk mengukur kebahagian kita?, jadi pertama lepaskan ego, pasti kita terlepas dari semua ketakutan kita bahwa keluarga kita diambang kehancuran. Berikut tips yang mungkin dapat menjaga keharmonisan keluarga kita.
1. Komunikasi yang baik didalam keluarga.
Apapun masalah dan apapun keinginan kita, kita harus dapat mengungkapkannya. Sebab dengan komunikasi yang baik pasti disitu terdapat kasih, secara otomatis dengan siapa kita dapat berkomunikasi dengan baik pasti kita telah terjalin kasih,menghargai, dan peduli yang terkandung didalamnya.Didalam keluarga yang sering terjadi, mengapa berantakan karena komunikasi tidak terjalin, sehingga apa yang kita maksud dengan yang dimaksud oleh orang didalam keluarga kita tidak pernah connect (selalu berlawanan)
walaupun maksud dan tujuan kita sama-sama menuju arah yang baik dalam keluarga.Salah satu contoh dapat saya ibaratkan dalam hal makanan. Si A mau lauknya   ayam, si B mau lauknya ikan, dari contoh ini keduannya  sama-sama baik, tapi mungkin kalau kita paksa harus permintaan si A, mungkin si B pasti complain. Tetapi kalau ada komunikasi yang baik pasti ada jalan keluar tentu dengan keterangan " bagaimana kalau saat ini  lauknya ayam" atau " bagaimana kalau lauk kita sekarang ikan"  kita harus dapat memberi ilustrasi dengan  hal-hal yang masuk akal contohnya dengan ucapan ,"kita itu sudah termasuk orang yang beruntung dari golongan teman-teman kita yang tidak dapat memilih makanan" jadi intinya kita biasakan dengan hal demikian dengan berkomunikasi pasti teman kita mengerti dan mau untuk keterangan kita. Mungkin contoh ini dapat diberlakukan untuk umun. Dalam hubungan suami istri, kalau ada hubungan komunikasi yang baik dan suasana tenang, niscaya pasti hubungan kita semakin terikat dengan pasangan.Saya dapat memberikan contoh untuk hubungan suami-istri ini. Hal yang paling mujarab untuk ini adalah : "mari saling membawa diri kita masing-masing ke kejadian sebelum kita menikah yaitu pacaran". Dimana pada masa ini! Semua insan yang sedang berpacaran,  semua pasti indah. Yang tidak enak saja bisa jadi enak kog hehehhe, apalagi yang enak???.Point Pertama ini sengaja di posisikan jadi nomor satu karena memang ini semua kuncinya. Point-point setelah ini adalah hal tambahan.
2. Jujur
Dalam konteks ini pertama akan kita bahas kejujuran diri sendiri terhadap diri kita. Seberapa besarkah kejujuran kita kepada keluarga?, Disini jujur yang dimaksud adalah : jujur kepada pasangan, jujur kepada anak, jujur kepada pendapatan. Kalau diri kita tidak dapat jujur terhadap hal tersebut, maka kita diambang mis komunikasi.Karena dengan ketidak jujuran pasti kita akan berusaha untuk tidak berkomunikasi.Malah mungkin kita akan menganggap komunikasi ini akan membawa rahasia kita terungkap dengan tidak sengaja dan ini yang kita takutkan. Karena apa ? kita tidak jujur.
3. Pengertian dan Peduli
Point yang ketiga ini kita harus mampu untuk mengerti dan peduli dengan suasana keluarga kita.Disini kita harus mampu untuk menunjukkan kepedulian kita dan pengertian kita, salah satu contoh hal yang kecil adalah kita harus mampu bertanya " apakah kamu sudah makan?" walaupun memang kita sudah tau kalau dia memang sudah makan. Dalam sisi ini masih banyak jabarannya mungkin para pembaca dapat menjabarkannya. Seandainya kita mampu mengerti dan peduli pasti teman kita dalam keluarga juga pasti berusaha demikian terhadap kita. sehingga terciptalah komunikasi yang baik. Memang dalam point ketiga ini yang sering kita abaikan. sebab seperti head line sebelum point pertama saya sudah utarakan memang kebutuhan keluarga selalu terkait dengan finansial. Jadi kalau kita sadar seandainya kita mampu mengabaikannya (finansial). Pasti kita harmonis. Memang ini sangat sulit dan tidak mungkin menurut kita . Point ketiga ini sering jadi bumerang bagi keluarga, contohnya kalau suami tidak bekerja pasti si istri menuntut tanggung jawab suami apa. Padahal mungkin pada saat-saat tertentu ada masa suami sulit dalam pekerjaan, kalau istri memaklumi ini. Si suamipun pasti lebih bersemangat untuk mencari pekerjaan, dan tidak akan ada miss komunikasi artinya kita tetap pengertian dan tetap peduli. demikian juga sebaliknya dengan suami terhadap istri. Kalau istri kita tidak seperti yang kita harapkan, si suami juga harus mampu untuk berkomunikasi agar sesuai dengan apa kita inginkan, dan harus melihat sisi istri kita terima atau tidak.
4. Iman
Ini adalah kunci yang sebenar-benarnya. Semua point dari point pertama sampai yang ketiga itu adalah strategi kita di dunia ini untuk berusaha agar kita harmonis dalam keluarga. Dalam konteks Iman ini mari kita samakan presepsi agama yang kita anut, yaitu di alam kita yang berbeda nanti kita akan hidup senang dan bahagia menurut keyakinan kita masing-masing. Hubungannya dengan tips agar keluarga kita harmonis adalah: ada beberapa contoh yang akan saya sebutkan yang intinya karena point-point yang diatas tidak lagi dapat mengobati. Salah satu contoh : ada cerita tentang tentang suami yang kebiasannya adalah hal yang buruk yaitu judi. Keluarga ini sudah berumah tangga selama kurang lebih 18 tahun tetapi kebiasaan suami ini tetap saja berjudi. Padahal keluarga ini masih tergolong keluarga miskin, jadi si suami selalu memcari cara untuk mengolah keungan keluarga untuk berjudi. Sejak tahun-tahun pertama perkawinan  mereka, si istri sudah sangat keliru dengan pilihannya, karena pada masa lajangnnya tidak seperti itu. Tetapi karena sudah terbina dan memang si istri sangat mementingkan Iman, si istri tidak pernah ragu untuk menjalani Keluarga itu. Si istri justru selalu berdoa supaya si suami cepat berubah, dengan sabar si istri menunggu sampai tahun berapa si suami ini untuk berubah. Pada suatu ketika si suami, punya penyakit tambahan yaitu mabuk, dan malah mau menikah lagi. Hati si istri pada waktu itu semakin tercabik-cabik. padahal si istri sudah dikaruniai beberapa orang anak. Tetapi dia hanya mengeluh " mengapa Tuhan memberi cobaan ini, padahal dia suami saya tetapi dia yang menyusahkan pikiran saya. Berilah dia Tuhan kesadaran mungkin dia tidak tahu apa yang telah dia lakukan." Kejadian yang tadi masih tetap terjadi. Perubahan si suami tidak disangka harus dari perbuatan si istri,,,, si suami melihat semakin banyak istri-istri yang meninggalkan suaminya dan anak-anaknya, hanya karena materi. Padahal si suami berpikir apakah yang sudah saya perbuat?. Istri saya tidak pernah marah kepada saya, hanya kalau tidak suka dengan perbuatan saya, si istri hanya berkata " lihat anak-anakmu sudah besar, apakah kamu tidak malu dilihat anak-anakmu seperti itu?". Dan setelah kesadarannya si suamipun mulai berubah. Semoga tips ini bermanfaat untuk kita.

0 komentar:

Poskan Komentar